Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
KOTA BOGOR, — Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kota Bogor kembali menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial. Kali ini, GIBAS menyoroti proses percepatan perkembangan dan perpindahan aktivitas para pedagang yang dinilai masih belum sepenuhnya berjalan maksimal.
Berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan langsung di lapangan pada Minggu, 4 September 2026, GIBAS Kota Bogor menemukan sejumlah persoalan dan keluhan yang disampaikan oleh para pedagang maupun pengunjung atau customer.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah minimnya fasilitas pendukung, khususnya ketersediaan tempat sampah di sejumlah titik.
Beberapa pedagang yang ditemui di lapangan mengaku masih mengalami keterbatasan fasilitas kebersihan.
“Kami masih kekurangan tempat sampah,” ungkap salah seorang pedagang kepada tim GIBAS.
Selain persoalan kebersihan, kondisi penataan area parkir juga menjadi sorotan. Sejumlah pedagang menilai pengelolaan parkir masih perlu mendapatkan perhatian serius karena dinilai belum tertata secara maksimal dan pada waktu tertentu masih terlihat semrawut.
Tidak hanya itu, persoalan tingkat kunjungan pembeli juga menjadi keluhan tersendiri bagi para pedagang. Menurut sejumlah narasumber, tingkat keramaian pengunjung belum stabil.
Pada akhir pekan atau weekend, aktivitas pasar dinilai lebih ramai. Namun pada hari kerja atau weekday, jumlah pengunjung disebut masih belum menentu.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian, mengingat keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang sangat bergantung pada tingkat kunjungan masyarakat.
Keluhan juga datang dari sejumlah pengunjung. Beberapa customer menilai kondisi udara di dalam area pasar masih terasa panas dan kurang nyaman, terutama ketika aktivitas perdagangan sedang berlangsung ramai.
Berbagai persoalan tersebut menjadi catatan penting bagi GIBAS Kota Bogor. Umar Jagad, PT BAM Harus Mendengar Suara Pedagang dan Pengunjung.
Ketua GIBAS Kota Bogor, Umar Jagad, menegaskan bahwa pihaknya meminta PT BAM beserta jajaran manajemen untuk serius menampung dan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan pedagang maupun pengunjung.
Menurut Umar, investasi dan pembangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan pelayanan serta kenyamanan masyarakat.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi PT BAM untuk segera ditangani. Keluhan para pedagang dan pengunjung jangan hanya didengar, tetapi harus menjadi bahan evaluasi dan dicarikan solusi,” tegas Umar Jagad, Minggu (6/9/2026).
Umar menekankan bahwa GIBAS Kota Bogor tidak memiliki sikap anti terhadap investasi. Namun demikian, menurutnya, setiap investasi yang masuk ke Kota Bogor harus tetap memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak anti investasi. Silakan berinvestasi di Kota Bogor, kami mendukung setiap pembangunan dan investasi yang memberikan dampak positif. Tetapi jangan sampai dalam prosesnya keluhan masyarakat justru terabaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Umar mengatakan bahwa kepentingan utama GIBAS Kota Bogor adalah memastikan suara masyarakat, pedagang dan pengunjung dapat tersampaikan kepada pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab.
“Kami bersama rakyat. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok. Kepentingan kami hanya bagaimana persoalan-persoalan yang ada ini bisa diselesaikan bersama,” katanya.
Menurutnya, GIBAS hadir sebagai organisasi masyarakat yang menjalankan fungsi kontrol sosial dan menjembatani aspirasi masyarakat kepada pihak terkait.
“Kalau ada pedagang yang mengeluh, kalau ada pengunjung yang merasa kurang nyaman, maka suara mereka harus didengar. Kami hadir untuk menjembatani aspirasi tersebut agar persoalan ini dapat dipecahkan bersama-sama,” tambahnya.
Jangan Hanya Bicara Investasi, Dengarkan Juga Isi Hati Masyarakat
Umar Jagad juga mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah investasi tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau nilai bisnis semata.
Menurutnya, keberhasilan sebuah pengembangan kawasan juga harus dilihat dari tingkat kenyamanan masyarakat, kesejahteraan pedagang, kebersihan lingkungan, ketertiban fasilitas hingga kepuasan para pengunjung.
“Silakan mau berinvestasi di Kota Bogor, tetapi di sisi lain dengarkan juga suara dan isi hati masyarakat Kota Bogor. Jangan sampai pembangunan berjalan, tetapi masyarakat yang berada di dalamnya justru merasa tidak didengar,” tegasnya.
GIBAS Kota Bogor berharap PT BAM dapat menjadikan berbagai keluhan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan.
Mulai dari penambahan fasilitas tempat sampah, penataan area parkir, peningkatan kenyamanan sirkulasi udara hingga upaya meningkatkan daya tarik pengunjung agar aktivitas ekonomi para pedagang dapat berkembang secara lebih baik.
Bagi GIBAS Kota Bogor, investasi yang baik adalah investasi yang tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi juga mampu membangun kepercayaan, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena pada akhirnya, pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya soal percepatan proyek, melainkan bagaimana masyarakat yang berada di dalamnya benar-benar merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.
GIBAS Kota Bogor menegaskan akan terus menjalankan fungsi sosial kontrol secara konstruktif, kritis dan objektif demi memastikan setiap aspirasi masyarakat mendapat ruang untuk didengar dan diperjuangkan.
(Red)







