Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
Kota Bogor | Gibas Kota Bogor sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar (Latsar) Tanggap Bencana 2026 pada Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026, bertempat di Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, membangun solidaritas organisasi, serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
Mengusung semangat organisasi yang disiplin, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat, Latsar Tanggap Bencana 2026 tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter dan kekompakan anggota, tetapi juga memberikan pembekalan pengetahuan praktis mengenai mitigasi bencana, kesehatan, serta bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi dan pelatihan yang dirancang untuk membangun mental, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat rasa tanggung jawab, serta menanamkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Kesbangpol Kota Bogor Berikan Apresiasi dan Arahan Organisasi
Kegiatan pada Sabtu pagi, 17 Oktober 2026, mendapat perhatian dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor, Hidayatulloh, S.P., M.Si., yang hadir untuk memberikan apresiasi sekaligus arahan kepada para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai pentingnya menjalankan organisasi secara benar, menjaga nilai-nilai kebangsaan, menaati aturan, serta memastikan keberadaan organisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Keberadaan organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki peran strategis apabila dijalankan dengan semangat persatuan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Karena itu, pembinaan anggota melalui kegiatan Latsar menjadi salah satu langkah penting dalam membangun sumber daya manusia organisasi yang berintegritas dan mampu berkontribusi secara positif.
Arahan tersebut menjadi motivasi bagi peserta agar tidak hanya memiliki semangat dalam berorganisasi, tetapi juga mampu menjaga sikap, menghormati perbedaan, serta menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian kepada masyarakat.
Walikota Bogor Hadiri Penutupan, Berikan Semangat kepada Peserta
Antusiasme peserta semakin terasa pada penutupan kegiatan, Minggu, 18 Oktober 2026, dengan kehadiran Walikota Bogor, Dedie A. Rachim.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Bogor tersebut menjadi momen penting bagi keluarga besar Gibas Kota Bogor. Peserta menyambut kehadiran Walikota dengan penuh antusias, terlebih karena kegiatan Latsar ini membawa misi pembinaan anggota sekaligus penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie A. Rachim memberikan apresiasi dan semangat kepada peserta Latsar Tanggap Bencana Gibas Kota Bogor 2026. Kehadiran kepala daerah ini juga menjadi dorongan moral bagi peserta agar terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga kedisiplinan, dan mengembangkan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Pembinaan melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran dalam edukasi, penyebarluasan informasi, dan dukungan sosial sesuai kapasitas serta berkoordinasi dengan instansi yang berwenang.
BPBD Kota Bogor Berikan Materi Mitigasi dan Simulasi Kebencanaan
Salah satu materi utama dalam Latsar Tanggap Bencana 2026 disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, S.STP., M.Kesos., bersama unsur pemateri BPBD.
Pembekalan ini berfokus pada pemahaman mengenai berbagai jenis ancaman bencana, termasuk gempa bumi, banjir, serta potensi keadaan darurat lainnya. Peserta diperkenalkan pada pentingnya mitigasi, pengenalan risiko, langkah penyelamatan diri, dan kesiapan menghadapi situasi darurat.
Tidak berhenti pada pemaparan teori, materi juga dilengkapi dengan simulasi mitigasi bencana secara terperinci. Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, pentingnya mengikuti prosedur keselamatan, serta perlunya koordinasi dan komunikasi yang baik.
Pembekalan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran bahwa penanganan bencana membutuhkan kesiapan, pengetahuan, latihan yang tepat, serta kerja sama berbagai pihak.
Peserta juga diharapkan memahami batas peran relawan dan pentingnya berkoordinasi dengan BPBD maupun petugas berwenang, terutama ketika menghadapi bencana yang membutuhkan penanganan profesional.
Sekjen Gibas Kota Bogor Sampaikan Materi HIV/AIDS dan Bahaya Obat-Obatan Terlarang
Pada Minggu, 18 Oktober 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan materi edukasi mengenai HIV/AIDS serta bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan obat yang digunakan tidak sesuai ketentuan.
Materi tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Gibas Kota Bogor, Kristin Budi Handayani.
Dalam pembekalan ini, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan kesadaran terhadap risiko penularan HIV, serta menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.
Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan, termasuk tramadol, produk yang dikenal dengan sebutan Xymer, alprazolam, dan obat-obatan lainnya apabila digunakan tanpa indikasi serta pengawasan tenaga kesehatan yang berwenang.
Penyalahgunaan obat dapat menimbulkan ketergantungan, gangguan kesehatan, penurunan kesadaran, hingga risiko serius lainnya. Karena itu, penggunaan obat harus mengikuti resep dan petunjuk tenaga kesehatan, bukan berdasarkan ajakan atau penggunaan tanpa pengawasan.
Pemberian materi ini memperlihatkan bahwa pembinaan anggota tidak hanya menyangkut kedisiplinan organisasi dan kesiapsiagaan bencana, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan serta tanggung jawab dalam menjaga diri dan lingkungan sosial.
Melalui edukasi tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang lebih sadar kesehatan, tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan obat, dan dapat menyampaikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya.
Latsar Bukan Sekadar Pelatihan, tetapi Pembentukan Karakter dan Pengabdian
Ketua Gibas Kota Bogor, Umar Jagad, menegaskan bahwa penyelenggaraan Latsar Tanggap Bencana 2026 merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun anggota yang disiplin, solid, berwawasan, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai agenda formal organisasi. Lebih dari itu, Latsar menjadi sarana pembentukan karakter, penanaman tanggung jawab, dan penguatan kemampuan anggota untuk memahami berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Umar juga menilai bahwa pengetahuan kebencanaan merupakan bekal penting bagi anggota organisasi kemasyarakatan. Namun, pengetahuan tersebut harus diiringi dengan sikap disiplin, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta kemampuan bekerja sama dengan instansi terkait.
Ia berharap pembekalan yang diberikan selama dua hari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga kekompakan internal organisasi maupun dalam meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Apresiasi juga ditujukan kepada para pemateri, jajaran panitia, peserta, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kehadiran Kepala Kesbangpol Kota Bogor dan Walikota Bogor dinilai menjadi motivasi tersendiri bagi keluarga besar Gibas Kota Bogor untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan pembinaan anggota.
Perkuat Sinergi, Siapkan Anggota yang Disiplin dan Peduli Masyarakat
Keberhasilan penyelenggaraan Latsar Tanggap Bencana Gibas Kota Bogor 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan kegiatan yang berorientasi pada pembinaan, edukasi, dan pengabdian sosial.
Perpaduan antara latihan kedisiplinan, pembentukan solidaritas, pembekalan mitigasi bencana, serta edukasi kesehatan menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi persoalan masyarakat memerlukan pengetahuan yang luas dan karakter yang kuat.
Melalui kegiatan ini, Gibas Kota Bogor diharapkan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor, BPBD, Kesbangpol, dan berbagai unsur masyarakat lainnya, dengan tetap mengedepankan koordinasi, profesionalitas, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Latsar Tanggap Bencana 2026 pun menjadi pengingat bahwa organisasi yang kuat bukan hanya diukur dari jumlah anggotanya, melainkan juga dari kedisiplinan, solidaritas, kualitas sumber daya manusia, dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Gibas Kota Bogor Gibas Cinta Damai. Semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan untuk membangun organisasi yang semakin solid, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat.
(Septyan Candra)







