Kotabogor//portalsuaraindonesia-com.sg.okeweb.net/
Kota Bogor, — Suasana politik dan sosial di Kota Bogor diprediksi akan memanas pada Kamis mendatang. Resort GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) Kota Bogor di bawah komando Umar Jagad, secara resmi menyatakan akan mengerahkan ratusan anggotanya untuk melakukan aksi damai dengan tajuk “hitamkan Balai Kota Bogor” pada 23 April 2026.
Dalam rapat koordinasi dan konsolidasi yang digelar pada Selasa (21/4), di sekretariat Gibas Kota Bogor, seluruh pengurus sektor se-Kota Bogor menyatukan suara terkait satu tuntutan krusial dalam Pencopotan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor.
Pernyataan Resmi Ketua GIBAS Kota Bogor Umar Jagad
“Kepemimpinan bukan sekadar duduk di balik meja dan menumpuk disposisi, melainkan tentang responsivitas terhadap keselamatan nyawa warga. Longsornya turap yang dibiarkan tanpa perbaikan nyata bukan lagi sekadar kendala teknis, melainkan bukti nyata kelalaian manajerial yang fatal.”
“Kami tidak datang untuk membuat kegaduhan tanpa dasar. Kami datang karena ada aroma ketidakpedulian yang menyengat di tubuh Dinas PUPR Kota Bogor. Jika Kadis PUPR tidak lagi mampu menjaga integritas infrastruktur dan keselamatan publik, maka keberadaannya di kursi jabatan hanya akan menjadi beban bagi masyarakat Bogor.”
“Kamis nanti, kami akan menghitamkan Balai Kota secara damai. Ini bukan sekadar gertakan, ini adalah simfoni kekecewaan warga yang menuntut hak paling mendasar, Rasa Aman. Copot Kadis PUPR sekarang, atau biarkan publik yang menilai ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga rakyatnya.”
Urgensi Keselamatan Publik
Tuntutan ini merupakan kulminasi dari kekecewaan organisasi terhadap lambannya penanganan infrastruktur, khususnya terkait turap-turap yang longsor di beberapa titik vital. GIBAS menilai, pembiaran terhadap kerusakan tersebut merupakan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa masyarakat yang tidak bisa ditoleransi lebih lama lagi.
“Kami melihat ada degradasi tanggung jawab di tubuh PUPR. Turap yang longsor adalah simbol dari runtuhnya kepedulian birokrasi terhadap keamanan warga,” ujarnya.
Aksi Damai yang Terukur
Umar Jagad menegaskan bahwa aksi “Kamis Hitam” tersebut akan tetap berjalan koridor aksi damai yang terukur. Warna hitam yang akan mendominasi Balai Kota merupakan simbol duka sekaligus peringatan keras bagi Pemerintah Kota Bogor agar segera melakukan pembersihan di internal dinas terkait.
Rapat konsolidasi hari ini memastikan bahwa seluruh elemen GIBAS telah merapatkan barisan. Mereka tidak hanya menuntut perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga menuntut pertanggungjawaban moral dari pimpinan instansi yang dianggap gagal mengemban amanah masyarakat Bogor.
Poin-Poin Utama Tuntutan:
Evaluasi Total:
Mendesak Wali Kota Bogor untuk segera mencopot Kepala Dinas PUPR.
Tanggap Darurat:
Perbaikan segera pada titik-titik turap yang longsor demi menghindari jatuhnya korban jiwa.
Transparansi Anggaran:
Mempertanyakan komitmen alokasi anggaran pemeliharaan infrastruktur yang dianggap tidak tepat sasaran.







