Memperkuat Sinergi dan Tata Kelola Penanggulangan Bencana melalui Latsar Tanggap Bencana Gelombang II
Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
Kota Bogor | Senin, 28 September 2026, bertempat di Kantor BPBD Kota Bogor, Jl. Pool Bina Marga No. 2 RT 02/01, Kayu Manis, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Gibas Kota Bogor melaksanakan audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Dimas Tiko Prahadisasongko, S.STP., M.Kesos., selaku Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi, koordinasi dan sinergi antara unsur pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk mematangkan persiapan Latsar (Latihan Dasar) Tanggap Bencana Gelombang II, yang direncanakan dilaksanakan pada 17–18 Oktober 2026.
Keberlanjutan kegiatan pada gelombang kedua ini diharapkan tidak sekadar menjadi rangkaian pelatihan, tetapi menjadi bagian dari proses berkesinambungan dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, kepedulian, kedisiplinan serta kesiapan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana.
Dimas Tiko Prahadisasongko, S.STP., M.Kesos. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Menegaskan,“ Kami menerima dengan baik kunjungan audiensi dari teman-teman Gibas Kota Bogor. Kami sangat mengapresiasi sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan Latsar Tanggap Bencana Gelombang II ini. Bagi kami, kesinambungan pelatihan merupakan bagian penting dalam memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana.”
“Gelombang kedua ini diharapkan dapat memperkuat kembali pemahaman, keterampilan dan kesiapan para peserta dalam menghadapi kondisi kebencanaan. Yang lebih penting, proses ini dapat menjadi bagian dari penguatan tata kelola penanggulangan bencana ke depan, sehingga setiap unsur yang terlibat memahami peran, fungsi serta mekanisme koordinasi secara lebih baik.”
“Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keterpaduan antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan seluruh unsur terkait. Semakin baik kapasitas dan koordinasi yang kita bangun sejak masa prabencana, semakin kuat pula fondasi kesiapsiagaan Kota Bogor dalam menghadapi keadaan darurat.”
Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat merupakan salah satu elemen penting dalam membangun ketangguhan daerah. Oleh karena itu, pelatihan yang dilaksanakan secara berkelanjutan perlu diarahkan agar mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif, sekaligus membangun kesadaran bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama.
Umar Jagad Ketua Gibas Kota Bogor sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan Mengatakan“ Audiensi ini menjadi bagian penting dari ikhtiar kami untuk memantapkan seluruh persiapan Latsar Tanggap Bencana Gelombang II. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan pada 17–18 Oktober 2026 bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan sebuah proses pembelajaran yang memiliki arah, tujuan dan manfaat yang jelas bagi peningkatan kapasitas para peserta.”
“Kami menyambut baik dukungan dan respons positif dari BPBD Kota Bogor. Bagi Gibas Kota Bogor, keberlanjutan Latsar ini merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemahaman mitigasi, kesiapsiagaan, respons awal serta koordinasi dalam menghadapi situasi kebencanaan.”
“Kami akan terus memantapkan langkah, membangun komunikasi dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan. Untuk menyukseskan pelaksanaan 17–18 Oktober 2026, tentu kami membutuhkan dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Bogor, dinas-dinas terkait, dunia usaha, pihak swasta serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan dan ketangguhan menghadapi bencana.”
Lebih lanjut, Umar Jagad menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur menjadi sebuah keniscayaan dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang kuat dan berkelanjutan.
“Bencana tidak mengenal batas institusi, organisasi maupun latar belakang. Karena itu, kesiapsiagaan juga harus dibangun secara kolektif. Pemerintah memiliki tanggung jawab, masyarakat memiliki peran, organisasi kemasyarakatan memiliki kontribusi, demikian pula dunia usaha dan pihak swasta. Ketika seluruh potensi tersebut dipadukan dalam semangat kolaborasi, maka kita dapat membangun sebuah kekuatan bersama untuk memperkuat ketangguhan Kota Bogor.”
Dari Pelatihan Menuju Ketangguhan
Latsar Tanggap Bencana Gelombang II diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas, pembentukan karakter relawan, sekaligus sarana konsolidasi lintas unsur dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Ke depan, sinergi antara BPBD Kota Bogor, Gibas Kota Bogor, Pemerintah Kota Bogor, dinas terkait, dunia usaha, pihak swasta dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang konstruktif dan berkesinambungan.
Sebab, tata kelola penanggulangan bencana yang kuat tidak hanya dibangun ketika bencana terjadi, tetapi dipersiapkan jauh sebelumnya melalui edukasi, mitigasi, pelatihan, koordinasi, kesiapsiagaan dan penguatan kapasitas masyarakat.
Latsar Gelombang II bukan sekadar kelanjutan sebuah kegiatan.
Ini adalah bagian dari ikhtiar memperkuat kesiapsiagaan.
Memperluas kolaborasi.
Meningkatkan kapasitas.
Dan membangun tata kelola penanggulangan bencana yang semakin tangguh untuk Kota Bogor.
Bersama Membangun Kesiapsiagaan.
Bersama Memperkuat Ketangguhan.
Bersama Membangun Kota BOGOR Yang Lebih Siap Menghadapi Bencana.
(Septyan Candra)







