Kabar//portalsuaraindonesia.com/
5CM The Heritage secara resmi membuka cabang barunya yang berlokasi di Jalan Rahadi Oesman, Kota Pontianak, Sabtu (31/10/2026). Kehadiran kafe ini menjadi daya tarik tersendiri karena menempati bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan perkembangan Kota Pontianak.
Peresmian tersebut dihadiri Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T., Gubernur Kal BAR H. Ria Norsan, Ketua DPRD Kota Pontianak,Satarudin S.H. Sultan Pontianak ke-IX,Dan serta Para tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak.Ir.H. Edi Rusdi Kamtono.M.M.M.T. Dalam Kata Sambutannya,menyampaikan bahwa pemanfaatan bangunan bersejarah sebagai tempat usaha merupakan salah satu upaya untuk menghidupkan kembali bangunan cagar budaya agar tetap terawat dan dapat dinikmati oleh masyarakat.
Menurutnya, bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai 5cm The Heritage tersebut merupakan bangunan bersejarah milik Kantor Pos yang sebelumnya belum dikelola secara optimal.
Ia menjelaskan, pengelolaan bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia selama ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, salah satunya dengan konsep Pos Bloc, yakni pemanfaatan bangunan bersejarah untuk kegiatan ekonomi kreatif, seperti kafe dan tempat berkumpul masyarakat.
“Bangunan bersejarah ini selama ini tidak dikelola secara optimal. Melalui kerja sama dengan pihak ketiga, bangunan seperti ini bisa dimanfaatkan dengan konsep Pos Bloc. Fungsinya sebagai kafe maupun warung kopi tidak menjadi masalah, yang terpenting bangunannya direvitalisasi tanpa mengubah bentuk asli maupun bahan materialnya,” ujar, Walikota Pontianak.Ir.H.Edi Rusdi Kamtono. M. M. M. T.
Ia menegaskan, sebelum bangunan tersebut dimanfaatkan sebagai kafe, dirinya meminta agar kondisi bangunan tetap dikembalikan pada bentuk aslinya. Perbaikan diperbolehkan apabila terdapat bagian yang rusak atau hilang, tetapi tetap harus memperhatikan karakter dan keaslian bangunan bersejarah tersebut.
Menurut Walikota Pontianak, pelestarian bangunan cagar budaya tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan fisik, Akan tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah di daerahnya.
Hal itu dapat dilihat melalui dokumentasi berupa foto-foto tempo dulu yang dipajang di dalam bangunan. Foto-foto tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi bangunan pada masa lampau sekaligus memperkenalkan peran Kantor Pos dalam perjalanan sejarah Kota Pontianak.
“Dengan adanya foto-foto tempo dulu, generasi muda bisa mengetahui bahwa dahulu di tempat ini pernah berdiri Kantor Pos yang memiliki peran penting dalam pembangunan Kota Pontianak,” jelasnya.
Walikota berharap, keberadaan 5cm The Heritage dapat menjadi contoh pemanfaatan bangunan bersejarah yang tetap mengedepankan pelestarian warisan budaya. Dengan demikian, bangunan yang memiliki nilai sejarah tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat difungsikan kembali untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Pembukaan 5cm The Heritage diharapkan mampu menghadirkan ruang berkumpul yang menarik bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kawasan bersejarah di Kota Pontianak.
Melalui pemanfaatan yang tepat, bangunan cagar budaya dapat terus hidup, terawat, dan menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang perjalanan sejarah serta perkembangan Kota Pontianak.
Pelestarian bangunan bersejarah menjadi tanggung jawab bersama agar warisan masa lalu tetap terjaga, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat masa kini.( Fajri –Keperwil Kalbar).







