Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
Kota Bogor | Insiden kecelakaan kerja terjadi di area proyek pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis, Kota Bogor. Seorang pekerja dilaporkan tertimpa material yang jatuh dari atas tebing yang telah dicor beton hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (22/10/2026) tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan proyek.
Berdasarkan keterangan seorang saksi mata yang meminta identitasnya dirahasiakan, material yang diduga berupa tanah atau batu jatuh dari bagian atas tebing dan mengenai pekerja yang berada di bawahnya. Saat kejadian, menurut saksi, pekerja tersebut tengah melakukan pemasangan paving block.
“Saya kebetulan sedang berada di lokasi dan melihat ada benda jatuh dari atas tebing yang sudah dicor. Saya tidak bisa memastikan apakah itu tanah atau batu. Yang jelas, benda tersebut mengenai pekerja yang sedang mengerjakan paving block di bawah. Sepengetahuan saya, korban langsung dibawa menggunakan mobil, kemungkinan menuju rumah sakit terdekat,” ungkap saksi kepada Tim Liputan Investigasi.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi awal yang perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama terkait asal material yang jatuh, aktivitas pekerjaan di sekitar lokasi, serta langkah pengamanan yang diterapkan sebelum insiden terjadi.
Pihak proyek membenarkan insiden, material disebut berupa tanah
Dalam upaya memperoleh klarifikasi dan menjaga keberimbangan pemberitaan, Tim Liputan Investigasi melakukan konfirmasi kepada Haryono, yang disebut sebagai Pimpinan Proyek (Project Manager) PT Promix Prima Karya pada proyek pembangunan Trase Baru Jalan Batutulis, Jumat (23/10/2026).
Haryono membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa material yang jatuh merupakan tanah dan menyebut korban telah dibawa ke Rumah Sakit Melania untuk mendapatkan penanganan medis.
Terkait permintaan konfirmasi dari media, Haryono menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan persoalan komunikasi dengan media kepada humas dari paguyuban.
Sementara itu, pihak yang memperkenalkan diri sebagai humas menyatakan bahwa dirinya juga merupakan wartawan dan tinggal di wilayah setempat, tepatnya di sekitar Lawang Gintung, Kota Bogor.
Ia menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika pekerjaan penyelesaian acian pada bagian dinding beton hendak dirampungkan. Menurut keterangannya, masa kontrak pekerjaan tersebut berakhir pada hari terjadinya insiden.
Ia juga menyebut korban mengalami luka ringan, termasuk luka pada bagian punggung. Meski demikian, kondisi medis korban secara pasti masih memerlukan konfirmasi dari pihak yang berwenang atau keterangan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keterangan saksi dan pihak proyek berbeda, kronologi perlu dipastikan
Terdapat perbedaan keterangan mengenai aktivitas korban saat insiden berlangsung. Saksi mata menyebut pekerja yang tertimpa material sedang mengerjakan pemasangan paving block. Sebaliknya, pihak humas menjelaskan bahwa kejadian berlangsung ketika pekerjaan penyelesaian acian pada dinding beton sedang dilakukan.
Perbedaan ini perlu diklarifikasi untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh. Pemeriksaan lokasi, keterangan pekerja lain, dokumentasi, serta informasi dari pihak terkait dapat membantu menjelaskan posisi korban, jenis material yang jatuh, dan aktivitas pekerjaan yang berlangsung saat insiden terjadi.
Tim Liputan Investigasi tidak menyimpulkan penyebab kecelakaan berdasarkan keterangan sepihak. Namun, perbedaan informasi tersebut menjadi alasan penting bagi pihak pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan yang terbuka, terperinci, dan dapat diverifikasi.
Temuan lapangan menyoroti penerapan keselamatan kerja
Selain menelusuri kronologi kecelakaan, Tim Liputan Investigasi mencatat sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian serius terkait keselamatan di sekitar lokasi proyek.
Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, terdapat pekerja yang terlihat tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) yang semestinya digunakan sesuai jenis dan risiko pekerjaannya. Di sekitar area pekerjaan, termasuk di bawah dan di sisi tebing beton, juga terlihat sejumlah anak kecil sedang bermain tidak jauh dari pekerja yang melakukan pemasangan paving block.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengamanan area kerja, pengendalian akses masyarakat, serta pemisahan antara zona pekerjaan berisiko dan ruang yang dapat dijangkau oleh warga.
Terlebih, aktivitas pekerjaan yang berlangsung di dekat tebing berpotensi menimbulkan risiko apabila terdapat material yang jatuh dari ketinggian. Karena itu, penerapan prosedur kerja aman, pemeriksaan kestabilan area, pemasangan pembatas, pengawasan pekerjaan, dan penggunaan APD sesuai risiko merupakan aspek yang patut dievaluasi oleh pihak terkait.
Meski demikian, pengamatan mengenai pekerja yang tidak menggunakan APD dan keberadaan anak-anak di sekitar proyek tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kondisi tersebut merupakan penyebab langsung insiden. Hubungan antara kondisi lapangan dan kecelakaan perlu dinilai melalui pemeriksaan yang kompeten.
Keselamatan pekerja dan warga tidak boleh menjadi persoalan sekunder
Insiden ini seharusnya menjadi momentum bagi pelaksana proyek untuk mengevaluasi penerapan standar K3 secara menyeluruh, bukan semata-mata berfokus pada penyelesaian pekerjaan atau berakhirnya masa kontrak.
Pihak proyek perlu memberikan penjelasan mengenai prosedur keselamatan yang diterapkan, pengawasan terhadap pekerjaan di bagian atas dan bawah tebing, serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Keberadaan anak-anak di dekat area pekerjaan juga perlu menjadi perhatian, mengingat keselamatan masyarakat di sekitar proyek harus turut dipertimbangkan.
Apabila diperlukan, instansi pengawas ketenagakerjaan dan pihak berwenang lainnya dapat melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah prosedur keselamatan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti insiden, kondisi medis korban berdasarkan keterangan resmi, serta hasil evaluasi penerapan K3 di lokasi proyek masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Tim Liputan Investigasi akan terus menelusuri perkembangan kasus ini dan membuka ruang bagi PT Promix Prima Karya maupun pihak terkait untuk memberikan keterangan tambahan demi terciptanya pemberitaan yang berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
( Tim Red)







