Jakarta//portalsuaraindonesia-com.sg.okeweb.net/
JAKARTA, — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2026 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan genap berusia 80 tahun dalam mengabdikan diri kepada bangsa, negara, dan rakyat. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan bagi Polri untuk terus meningkatkan kinerjanya sebagai institusi yang mengayomi, melindungi, menjaga, dan melayani masyarakat sesuai dengan motto “Polri Untuk Masyarakat”.
Makna dari motto tersebut berakar pada tiga tugas utama Polri yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga sehari-hari:
Polri sebagai Pelindung: Hadir sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di garis terdepan saat terjadi pencurian, tawuran, hingga bencana alam, guna memastikan masyarakat terbebas dari rasa takut.
Polri sebagai Pengayom: Memberikan rasa aman yang konsisten dalam keseharian, mulai dari pengaturan lalu lintas, patroli malam, hingga melakukan mediasi konflik warga demi mencegah aksi main hakim sendiri.
Polri sebagai Pelayan: Menyelenggarakan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga—seperti pengurusan SIM, SKCK, laporan kehilangan, hingga penanganan kasus—dengan filosofi “melayani dengan hati”.
Melalui ketiga peran ini, Polri menjadi simbol kehadiran negara yang paling dekat dengan rakyat. Tanpa Polri, hukum hanyalah sebatas tulisan, namun bersama Polri, hukum menjelma menjadi rasa aman yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menyambut hari bersejarah tersebut, Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, menegaskan komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk terus bersinergi dan mengawal institusi Polri.
“Fast Respon Indonesia Center hadir untuk membantu Polri sebagai tim counter hoaks terhadap Polri. Kami juga selalu mendukung program Kapolri dan berharap Polri selalu memberikan yang terbaik,” ujar H. Dian.
Lebih lanjut, H. Dian juga memberikan catatan dan harapan agar Polri bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang dapat mencoreng nama baik korps baju cokelat tersebut.
“Kami berharap Polri menyingkirkan pihak-pihak yang merusak citra Bhayangkara serta melanggar Tribrata dan Catur Prasetya. Karena Polri merupakan institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, ia bukan sebagai momok yang menakutkan, melainkan sebagai institusi yang memberikan rasa aman dan humanis,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ketum FRIC berharap di usia yang ke-80 ini, Polri dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), sehingga kepercayaan masyarakat dapat tumbuh semakin mendalam.
“Di Hari Bhayangkara yang tinggal hitungan hari ini, semoga Polri terus memberikan yang terbaik dan semakin dicintai masyarakat,” pungkas H. Dian.







