Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
Kota Bogor | Semangat membangun sinergi dan memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat terus digelorakan di Kota Bogor. Pada Rabu siang, 23 September 2026, Presidium Ormas Kota Bogor yang terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan besar, di antaranya LMPI, BPPKB Banten, GIBAS, PPM LVRI, PPBNI/Satria Banten, dan Laskar NKRI, melakukan audiensi bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.
Kehadiran Presidium Ormas Kota Bogor mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari Drs. Firdaus, M.Si., selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban, terbuka, dan konstruktif, dengan semangat membangun komunikasi yang semakin erat antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.
Audiensi tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk membuka ruang sinergi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan Kota Bogor, khususnya dalam sektor pariwisata dan kebudayaan yang memiliki keterkaitan erat dengan potensi masyarakat, sejarah, tradisi, serta identitas Kota Bogor.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Ormas dipandang memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kekuatan sosial yang dapat turut berkontribusi dalam menciptakan suasana kota yang kondusif, menjaga nilai-nilai kebudayaan, serta mendorong berbagai potensi lokal agar dapat berkembang secara positif.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Drs. Firdaus, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Presidium Ormas Kota Bogor, “Kami menyambut baik audiensi Presidium Ormas Kota Bogor ini. Bagi kami, silaturahmi seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang konstruktif. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, merupakan bagian penting dalam membangun Kota Bogor.”
Menurut Firdaus, sektor pariwisata dan kebudayaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan bagian dari identitas dan kekayaan masyarakat yang harus dijaga serta dikembangkan bersama.
“Kota Bogor memiliki potensi pariwisata dan kebudayaan yang sangat beragam. Karena itu, kami berharap organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Bogor, serta ikut mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang semakin maju, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang paling utama adalah bagaimana komunikasi dan sinergi ini dapat terus terjaga secara berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan Presidium Ormas Kota Bogor menegaskan bahwa kedatangan pihaknya bukan sekadar agenda audiensi, melainkan bagian dari komitmen untuk membangun jembatan komunikasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor.
“Kami datang dengan semangat silaturahmi dan niat untuk membangun sinergi. Organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi bagian dari solusi dan memberikan kontribusi positif bagi daerah. Kami ingin membangun komunikasi yang elegan, terbuka, dan konstruktif bersama pemerintah, khususnya dalam hal-hal yang menyentuh kepentingan masyarakat serta kemajuan Kota Bogor.”
Ia menambahkan, keberagaman organisasi yang tergabung dalam Presidium Ormas Kota Bogor bukanlah sekadar identitas kelembagaan, tetapi menjadi kekuatan untuk menyatukan gagasan dan membangun kontribusi yang lebih nyata.
“Perbedaan latar belakang organisasi justru menjadi kekayaan. Kami memiliki satu semangat yang sama, yaitu menjaga kondusivitas, menghormati pemerintah, menyampaikan aspirasi secara santun dan bermartabat, serta ikut mengambil peran dalam pembangunan. Kami percaya bahwa ketika pemerintah dan masyarakat duduk bersama dengan niat yang baik, maka akan lahir gagasan-gagasan yang memberikan manfaat luas bagi Kota Bogor.”
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah memiliki kewenangan dan kebijakan, sementara masyarakat memiliki energi sosial, pengalaman, serta jejaring yang dapat menjadi kekuatan pendukung dalam mewujudkan berbagai program pembangunan.
Audiensi Presidium Ormas Kota Bogor bersama Disparbud Kota Bogor pun diharapkan menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang lebih intensif ke depan. Terlebih, pariwisata dan kebudayaan merupakan ruang yang sangat luas untuk mempertemukan pemerintah, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai organisasi dalam satu tujuan bersama.
Dari ruang audiensi, sebuah pesan penting mengemuka membangun Kota Bogor tidak cukup hanya dengan kebijakan, tetapi juga membutuhkan silaturahmi, komunikasi, kepercayaan, dan kemauan untuk berjalan bersama.
Presidium Ormas Kota Bogor dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi dapat dipertemukan dalam satu semangat menjaga persatuan, memperkuat sinergi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kota Bogor.
(Gunawan)







