Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
Kota Bogor, — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melakukan penataan total terhadap Alun-Alun Empang mendapat respons positif dan dukungan penuh dari elemen organisasi kemasyarakatan. Salah satunya datang dari Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Resort Kota Bogor.
Lahan bersejarah seluas 3.000 meter persegi tersebut kini bersiap memiliki wajah baru. Bukan sekadar pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) biasa, Alun-Alun Empang diyakini berdiri di atas tanah sarat sejarah, yakni bekas alun-alun luar Pakuan Pajajaran yang menjadi titik awal perkembangan Kota Bogor.
Merespons langkah progresif Pemkot Bogor ini, Ketua Ormas Gibas Kota Bogor, Umar Jagad, menegaskan bahwa pihaknya siap memasang badan untuk mengawal dan menyukseskan proyek penataan tersebut agar berjalan kondusif, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Alun-Alun Empang ini memegang porsi besar dalam lini masa peradaban Bogor. Di sini ada jejak sejarah besar Pakuan Pajajaran yang harus kita hormati. Oleh karena itu, penataan yang dilakukan Pemkot Bogor bukan sekadar membangun taman publik, melainkan upaya luhur mengembalikan kehormatan dan marwah suatu kawasan bersejarah,” Tegas Umar Jagad, saat di temui portalsuaraindonesia.com pada Senin (6/7).
Lebih lanjut, tokoh yang akrab disapa Kang Umar Jagad ini menjelaskan bahwa kehadiran fasilitas baru seperti sentra kuliner terpadu harus menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga sekitar dan pelaku UMKM lokal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat agar dampak kesejahteraan dari pembangunan ini benar-benar terasa di akar rumput.
“Gibas Kota Bogor melihat ini sebagai peluang emas untuk menghidupkan kembali ekonomi kreatif warga. Kami tidak akan tinggal diam; Gibas siap bersinergi di garda depan untuk menjaga kondusivitas selama proses pembangunan, sekaligus memastikan agar setelah selesai nanti, ruang publik ini menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah untuk seluruh warga Bogor tanpa kehilangan identitas budaya aslinya,” pungkas Umar Jagad.
Melalui komitmen dan pengawalan ketat dari Ormas Gibas Kota Bogor, diharapkan transformasi Alun-Alun Empang seluas 3.000 meter persegi ini dapat berjalan lancar dan segera lahir sebagai ikon kebanggaan baru yang mempertemukan nilai historis masa lalu dengan kemajuan masa depan Kota Bogor.
(Septyan Candra)







