Bogor//portalsuaraindonesia-com.sg.okeweb.net/
Bogor, Jawa Barat — Persatuan Wartawan (PW) Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Bogor Raya kembali menegaskan komitmen dan eksistensinya sebagai kontrol sosial yang kritis, objektif, dan konstruktif. Dalam dinamika pembangunan yang terus berjalan di wilayah Bogor Raya, organisasi wartawan ini menekankan bahwa fungsi pengawasan dan pemberitaan adalah keniscayaan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.
Ketua PW FRIC Bogor Raya, Agus Salim, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti memantau setiap kebijakan dan pelaksanaan program di lapangan. Salah satu fokus perhatian utama saat ini adalah penanganan berbagai persoalan yang muncul dalam sektor pembangunan infrastruktur, khususnya proyek-proyek yang menjadi sorotan publik atau viral di media sosial.
“Persatuan Wartawan Fast Respon Indonesia Center Bogor Raya hadir sebagai kontrol sosial. Kami melihat bahwa saat ini Bogor sangat membutuhkan pemimpin dinas yang punya integritas tinggi, berani mengambil keputusan, dan tegas dalam bertindak,” ujar Agus Salim dalam rilis pers yang diterbitkan, Kamis (9/4/2026).
Menyoroti Proyek Viral dan Persoalan Krusial
Agus Salim menyoroti bahwa dalam setiap pelaksanaan pembangunan, terdapat hal-hal krusial yang harus menjadi perhatian utama para pemangku kebijakan. Tidak bisa dipungkiri, saat ini banyak proyek infrastruktur yang menjadi bahan pembicaraan publik dan viral karena berbagai alasan, mulai dari kualitas fisik, target waktu penyelesaian, hingga nilai anggaran yang digelontorkan.
“Kami ikut menyoroti hal yang krusial di setiap persoalan proyek-proyek viral infrastruktur. Ketika sebuah proyek menjadi sorotan luas, itu menandakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres atau belum maksimal penanganannya. Masyarakat menuntut kejelasan, dan kami hadir untuk memastikan jawaban dari pemerintah dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Menurut Agus Salim, fenomena proyek yang viral seringkali menjadi indikator adanya kegagalan komunikasi atau lemahnya manajemen pelaksanaan. Hal ini tentu menjadi catatan merah yang harus segera diperbaiki agar kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga. PW FRIC Bogor Raya memandang bahwa setiap rupiah yang digunakan adalah uang rakyat yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya, bukan justru menimbulkan masalah baru.
Pengawasan Manajemen Kontraktor Menjadi Kunci
Lebih jauh, Agus Salim menekankan aspek yang sangat vital dalam setiap pembangunan, yaitu pengawasan terhadap manajemen kontraktor. Ia menilai, keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek sangat bergantung pada seberapa ketat pemerintah melalui perangkat dinas terkait mengawasi mitra kerja yang menangani proyek tersebut.
“Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah pentingnya mengawasi manajemen kontraktor. Seringkali kita melihat persoalan muncul bukan karena desainnya yang buruk, melainkan karena pelaksanaannya yang tidak sesuai standar. Pejabat dinas harus punya nyali untuk menegur, meminta pertanggungjawaban, hingga memberikan sanksi jika kontraktor melanggar kesepakatan,” papar Agus Salim.
Ia menjelaskan bahwa integritas seorang pemimpin dinas akan terlihat dari keberaniannya dalam menekan kontraktor agar bekerja sesuai dengan kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pemimpin yang baik tidak akan membiarkan kualitas bangunan menjadi rendah atau proyek mangkrak hanya karena ketidakdisiplinan pihak pelaksana.
“Bogor tidak butuh pemimpin dinas yang hanya bisa duduk manis di balik meja atau sekadar menandatangani berkas. Kami butuh pemimpin yang turun lapangan, yang memahami teknis pekerjaan, dan yang berani berkata ‘tidak’ jika pekerjaan tidak memenuhi standar. Integritas adalah harga mati,” tambahnya.
Panggilan untuk Perbaikan dan Profesionalisme
Melalui pernyataan ini, PW FRIC Bogor Raya ingin memberikan pesan yang kuat kepada seluruh jajaran pemerintahan di Kota dan Kabupaten Bogor. Fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh insan pers bukan bermaksud untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mendorong perbaikan dan peningkatan kinerja.
“Kami berharap teguran dan sorotan yang kami lakukan ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh kepala dinas dan pejabat terkait. Mari bekerja dengan profesional, jujur, dan penuh tanggung jawab. Bogor membutuhkan pemimpin-pemimpin dinas yang benar-benar mengayomi dan memastikan setiap pembangunan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup Agus Salim.
PW FRIC Bogor Raya juga menyatakan akan terus membuka mata dan telinga terhadap setiap perkembangan isu di masyarakat, serta siap menjadi jembatan informasi yang akurat dan berimbang antara pemerintah dan rakyat.







