Kotabogor//portalsuaraindonesia-com.sg.okeweb.net/
Kota Bogor, — Integritas dan kompetensi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor kini berada di bawah sorotan tajam. Pasalnya, infrastruktur pedestrian di kawasan Paledang yang mengalami kerusakan parah hingga longsor dibiarkan tanpa pengamanan, mengancam keselamatan warga dan anak-anak sekolah setiap harinya.
Kondisi memprihatinkan ini memicu reaksi keras dari Organisasi Kemasyarakatan GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) Resort Kota Bogor. Menjalankan fungsi kontrol sosial, Ketua GIBAS Kota Bogor, Umar Jagad, turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari anggotanya yang merupakan warga setempat, Jumat (17/04/2026).
Ancaman Nyata di Jalur Sekolah
Di lokasi, aspirasi warga pun memuncak. Salah seorang warga berinisial (Y) mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi jatuhnya korban jiwa. Mengingat lokasi longsor berada di jalur aktif pejalan kaki dan sangat dekat dengan area sekolah, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terperosok ke titik longsoran.
“Ini bukan sekadar trotoar rusak, ini jebakan maut bagi warga dan anak-anak sekolah. Ke mana pemerintah saat rakyatnya terancam bahaya?” ujar Umar Jagad saat meninjau titik kritis tersebut.
Umar Jagad secara spesifik melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Kepala Dinas PUPR Kota Bogor. Ia menilai ada pembiaran yang tidak bertanggung jawab, mengingat titik bahaya tersebut bahkan tidak dipasangi tanda peringatan atau garis pengaman.
“Kemana Kepala Dinas PUPR? Dengan kondisi yang sejelas ini mengancam nyawa, seharusnya minimal ada tanda bahaya atau garis pengaman. Jika hal mendasar seperti ini saja tidak terurus, patut dipertanyakan apakah beliau punya kompetensi untuk menduduki jabatan tersebut,” tegas Umar.
Ia mengingatkan bahwa pejabat publik esensinya adalah pelayan masyarakat, bukan sekadar pemangku kursi jabatan yang pasif terhadap kondisi lapangan.
Dalam upaya konfirmasi, Umar Jagad menemui Lurah Paledang, Ali Firdaus, S.Sos. Sang Lurah mengaku pihaknya tidak tinggal diam, namun hal ini Kami sudah laporkan dan menyampaikan kondisi ini kepada dinas terkait (PUPR), namun hingga saat ini memang belum ada progres lanjutan,” ungkap Ali Firdaus.
Mendengar hal tersebut, GIBAS mendesak pihak kelurahan untuk mengambil langkah darurat secara mandiri guna mencegah kecelakaan sebelum adanya perbaikan permanen. Menanggapi desakan tersebut, Lurah Ali Firdaus berkomitmen untuk segera melakukan pemagaran di titik rawan pada hari yang sama.
Diduga Catatan Merah Pembangunan Kota
Aksi GIBAS Kota Bogor ini menjadi tamparan keras bagi tata kelola infrastruktur di Kota Hujan. Penanganan bencana atau kerusakan infrastruktur yang lamban bukan hanya menghambat mobilitas, tapi juga mencederai visi Kota Bogor sebagai kota yang ramah dan aman bagi warganya.
“Saya berharap ini menjadi catatan penting dalam membangun Kota Bogor. Jangan menunggu ada korban jiwa baru dinas terkait sibuk bekerja,” tutup Umar Jagad.
(Red)







