Hambalangbogor//portalsuaraindonesia.com/

Kondisi infrastruktur jalan kampung Cikeas RT 01,02 RW 010, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, kian memprihatinkan dan memicu gelombang keluhan mendalam dari warga serta tokoh masyarakat setempat. Jalan yang berfungsi sebagai jalur alternatif strategis penghubung Kampung Cikeas menuju kawasan wisata Puncak tersebut mengalami kerusakan struktural skala berat dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan konkret dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah.

 

Kondisi Lapangan Berlubang Dalam bak Sungai Kering

 

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, perkerasan permukaan jalan telah mengelupas total, meninggalkan alur-alur berlubang dalam dengan bebatuan lepas yang membahayakan. Pada musim kemarau, material tanah dan batu lepas memicu polusi debu pekat yang mengganggu pernapasan warga permukiman sekitar. Sebaliknya, saat intensitas hujan tinggi, alur-alur jalan tersebut tergenang air dan berubah fungsi layaknya dasar sungai kering yang licin, sehingga menyamarkan kedalaman lubang bagi para pengguna jalan.

 

Padahal, ruas ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi,1 KM ( satu kilometer ) dari kediaman bapak prabowo, presiden republik Indonesia ( Kediaman Hambalang )

 

Jalur Akses Harian,Menjadi urat nadi mobilitas warga lokal untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial.

 

Jalur Alternatif Wisata,Sering dimanfaatkan oleh pengendara roda dua dan roda empat untuk menghindari kemacetan kronis di jalur utama Jalur Puncak maupun kawasan Sentul.

 

Desakan Warga dan Potensi Bahaya

Kerusakan yang dibiarkan berlarut,larut tanpa intervensi perbaikan ini menyimpan risiko keselamatan yang fatal.tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa pembiaran infrastruktur publik ini sama saja dengan menabung potensi bencana lalu lintas.

 

Kerusakan jalan ini sudah sangat parah dan membahayakan keselamatan jiwa.Jika terus dibiarkan tanpa perbaikan dari Pemdes Bojong Koneng maupun Pemkab Bogor, berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di malam hari atau saat hujan deras, tegas salah satu tokoh masyarakat setempat

 

Warga menyayangkan minimnya respons cepat dan pemeliharaan rutin dari pihak-pihak berwenang. Mereka secara terbuka mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Desa Bojong Koneng untuk segera

 

Melakukan survei teknis dan peninjauan langsung ke lokasi (field inspection).

 

Memasukkan perbaikan jalan ini ke dalam skala prioritas anggaran pemeliharaan infrastruktur atau alokasi Dana Desa/APBD setempat.melakukan penanganan darurat (penambalan awal) sebelum jatuh korban jiwa.