Bogor//portalsuaraindonesia-com.sg.okeweb.net/

Bogor – Dalam upaya mempertegas peran organisasi bagi kemaslahatan publik, Kepala Bidang Satuan Tugas (Satgas) FRIC DPC Bogor Raya, Dedi Supiandi, memaparkan refleksi kinerja serta visi-misi strategis yang diemban oleh satuannya. Penjelasan ini menjadi komitmen nyata Satgas FRIC dalam menjaga kondusivitas serta memberikan kontribusi positif di wilayah Bogor Raya.

Dedi menekankan bahwa Satgas bukan sekadar unit operasional, melainkan instrumen strategis organisasi yang bergerak sebagai garda terdepan dalam pencegahan, penanganan, dan koordinasi isu-isu krusial di masyarakat.

Pilar Transformasi Kinerja

Dalam paparannya, Dedi menggarisbawahi empat pilar utama yang menjadi fokus ruang lingkup Satgas FRIC:

Preventif di Dunia Pendidikan: Mewujudkan ruang aman di satuan pendidikan melalui aktivasi posko pengaduan, pengumpulan data akurat, hingga pemberian rekomendasi sanksi tegas bagi pelaku kekerasan.

Ketertiban Umum dan Legalitas: Mengedukasi masyarakat guna meminimalisir risiko kegiatan ilegal. Satgas berperan aktif dalam pemantauan lapangan serta memberikan rekomendasi penghentian kegiatan yang menyalahi aturan kepada otoritas berwenang.

Responsibilitas Kemanusiaan: Belajar dari pengalaman penanganan pandemi, Satgas tetap siaga dalam manajemen mitigasi bencana, pengendalian mobilitas massa di situasi darurat, hingga koordinasi kesehatan di tingkat akar rumput.

Supremasi Hukum: Berkolaborasi lintas lembaga untuk menindak tegas aksi premanisme dan pelanggaran hukum lainnya guna menciptakan rasa aman bagi warga.

“Kami bergerak atas dasar tanggung jawab moral. Satgas harus mampu menjalankan koordinasi lintas lembaga dengan presisi, memastikan setiap aksi lapangan berdampak langsung pada ketertiban masyarakat,” ujar Dedi Supiandi.

Menuju Kebermanfaatan Luas

Menutup keterangannya, Dedi Supiandi menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jajaran Satgas FRIC di seluruh Indonesia. Ia berharap setiap anggota dapat memahami fungsi fundamentalnya dengan penuh integritas.

“Harapan kami, kehadiran FRIC di Bogor bukan sekadar nama, melainkan menjadi solusi nyata. Kami bertekad untuk terus berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara melalui tindakan yang terukur dan pengabdian yang tulus,” pungkasnya.

(Gunawan)