Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
PORTAL SUARA INDONESIA | Kota Bogor, — Keresahan publik terhadap maraknya praktik prostitusi daring di Kota Hujan mencapai puncaknya. Menanggapi kondisi yang dinilai kian mengkhawatirkan, Presidium Ormas Kota Bogor secara resmi melayangkan aduan terkait darurat prostitusi online langsung kepada Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso (STS), pada Rabu (29/7/2026).
Dua nama yang menjadi pusat sorotan dalam aduan tersebut adalah Wisma Bahagia dan Wisma Mirah 1. Kedua tempat ini diduga kuat masih beroperasi secara terselubung dan menjadi markas utama aktivitas transaksi prostitusi berbasis aplikasi.
Menanggapi aduan tersebut, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ruang bagi pelanggaran norma di wilayah Kota Bogor. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencederai visi Bogor sebagai destinasi wisata dengan mengabaikan nilai-nilai serta norma agama.
“Bogor dibangun sebagai kota pariwisata yang mengedepankan etika dan norma. Sangat ironis ketika ada aktivitas prostitusi online yang secara terang-terangan menabrak nilai-nilai agama. Pemerintah Kota Bogor wajib mengambil langkah tegas dan konkret agar anak-anak serta generasi penerus kita benar-benar terjaga dan terlindungi,” tegas STS.
STS mengapresiasi langkah proaktif Presidium Ormas Kota Bogor yang mau melangkah bersama lembaga legislatif demi mengawal isu-isu krusial di masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa pihak DPRD akan berkoordinasi dengan dinas terkait.
Sementara itu, Presidium Ormas Kota Bogor menegaskan bahwa langkah ini diambil murni sebagai bentuk penegakan fungsi social control. Gerakan ini dilandasi itikad baik untuk membentengi moral bangsa, menjauhkan generasi muda dari pusaran eksploitasi seksual, serta membantu Pemerintah Kota Bogor mewujudkan tatanan kota yang indah, damai, dan bersih dari penyakit masyarakat.
Desakan ini diharapkan menjadi pemicu langkah responsif dan represif dari aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) untuk segera menindak tegas titik-titik lokasi terindikasi tanpa kompromi.
(Septyan Candra)







