Kotabogor//portalsuaraindonesia.com/
Kota Bogor, — Langkah progresif revitalisasi infrastruktur di Kota Bogor kembali mendapat angin segar. Konsorsium yang tergabung dalam Presidium Ormas Kota Bogor secara tegas menyatakan dukungan penuhnya terhadap proyek Revitalisasi Tahap II Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.
Dukungan kolektif ini bukan sekadar lip service atau formalitas di atas kertas, melainkan komitmen konkret elemen masyarakat dalam menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Presidium ini menaungi enam organisasi masyarakat (ormas) besar di Kota Bogor, yakni:
LMPI (Laskar Merah Putih Indonesia)
BPPKB (Badan Pembina Potensi Keluarga Besar)
GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi)
PPBNI/Satria Banten
LSM Laskar NKRI
PPM LVRI (Pemuda Panca Marga)
Perbedaan warna bendera dan latar belakang tak menjadi penghalang. Justru, pemandangan berbagainya atribut organisasi yang melebur dalam satu wadah ini menjadi pondasi kuat dalam menjaga kondusifitas serta Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah Bogor Barat dan sekitarnya.
“Duduk sama rata, berdiri tanpa raja.”
Slogan mendalam tersebut digaungkan oleh para inisiator Presidium. Kalimat ini menegaskan semangat solidaritas, kesetaraan, serta penolakan terhadap hierarki yang kaku maupun praktik penindasan. Prinsip inilah yang membawa enam ormas tersebut sepakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan daerah demi kepentingan publik.
Transformasi Lahan 5.000 m2 Beranggaran Rp6,3 Miliar Revitalisasi Tahap II Terminal Bubulak yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi ini dijadwalkan mulai menggenjot pengerjaan fisiknya pada bulan Juli. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp6,3 miliar tersebut diproyeksikan rampung sepenuhnya pada kurun waktu November hingga Desember 2026.
Sesuai dengan perencanaan teknis yang disampaikan pihak pengelola terminal sebelumnya, kucuran dana tersebut dialokasikan untuk membangun berbagai fasilitas penunjang modern, di antaranya:
Gedung UPTD Terminal yang lebih representatif.
Shelter penumpang yang nyaman dan aman.
Fasilitas Ibadah (Masjid) area terminal.
Pusat Kuliner (Foodcourt) yang tertata rapi.
Deretan Kios Loket resmi yang terintegrasi.
proyek penataan wajah transportasi publik ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa hambatan, serta memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar.







